Kurniawan : UMKM Ini Harus diberi Perhatian Khusus

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kurniawan, menekankan perlunya memberikan perhatian khusus terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pernyataan tersebut disampaikan saat Kurniawan menjadi narasumber dalam acara pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Sintang. Pada Rabu, (23/10/2024). Di Balai Ruai, lingkungan rumah jabatan dinas bupati Sintang.

Dalam sambutannya, Kurniawan memberi sorotan pada pentingnya mendukung UMKM sebagai pilar ekonomi lokal yang memainkan peran vital dalam pertumbuhan ekonomi daerah. “UMKM merupakan tulang punggung ekonomi di Sintang dan membutuhkan perhatian khusus agar dapat terus berkembang,” ujar Kurniawan.

Acara pelatihan yang diadakan oleh BNPP Sintang bertujuan untuk memberikan pembekalan dan pemahaman yang lebih baik kepada pelaku UMKM dalam mengelola usaha mereka secara lebih efektif. Kurniawan pun menekankan pentingnya peningkatan keterampilan dan pengetahuan bagi para pelaku UMKM guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

“Dengan harapan agar acara pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para pelaku UMKM di Sintang, Kurniawan berpesan agar para peserta dapat aktif mengikuti seluruh sesi pelatihan dan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas dan potensi usaha mereka.” Ujar Kurniawan.

Acara pelatihan yang dihadiri oleh para pelaku UMKM dan stakeholder terkait ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Saya sangat menyambut baik inisiasi dari BNPP untuk memberikan perhatian khusus kepada UMKM lebih spesifik lagi masuk ke ranah ekonomi kreatif nah judulnya adalah pengembangan SDM nah ini pas itu untuk konteks daerah perbatasan Sintang sebagai salah satu daerah perbatasan, perlu kita ketahui bersama kontribusi pada produk domestik bruto nasional itu disumbang oleh UMKM itu 61% sekiranya UMKM mati maka hilanglah kekuatan ekonomi kita satu. Kemudian yang kedua fakta yang menarik dari UMKM 91% yang menyerap tenaga kerja di Indonesia adalah pemerintah yang terakhir fakta yang menarik lagi UMKM, ” Kata Kurniawan.

UMKM itulah yang menghidupkan Sintang setiap hari, nah jika hari ini kita menyentuh UMKM itu sudah mendeteksi pertumbuhan ekonominya 4,9% produk domestik regional bruto yang dari 17 sektor pertanian dan perkebunan 23% memberikan kontribusi artinya apa selama ini nilai tambah ekonomi itu lebih banyak di UMKM.

” Ada 19% daerah perbatasan Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu ini ada 58 Desa ada dua Kecamatan penduduknya 53.000 lah kira-kira sekitar 53.000 Masalahnya banyak apa masalah yang paling utama perbatasan itu adalah konektivitas,” Katanya lagi.

Sintang ini masalahnya banyak apa masalah yang paling utama perbatasan itu adalah konektivitas nya dari Sintang ke Senaning 170 km jarak tempuhnya 10 sampai 16 jam itu juga bahkan tidak menutup kemungkinan tidur dijalan.

“Dan yang paling kesalnya lagi adalah telah masuk dalam kepres akan dibangunnya PLBN 11, 10 dibangun 1 tidak yakni PLBN Sungai kelik kabupaten Sintang dengan alasan Pihak Malaysia belum menyiapkan titik koordinat untuk PLBN,” Pungkasnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *