Kesbangpol Sintang gelar Deteksi Dini Potensi Konflik Menjelang Pilkada 2024

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kabupaten Sintang menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat Tema: Isu-isu Strategis dalam Upaya Deteksi Dini Potensi Konflik Menjelang Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Sintang Tahun 2024.Bertempat di Aula Universitas Kapuas (UNKA) Sintang, Kamis (24/10/2024)

Kegiatan tersebut dihadiri para peserta perwakilan mahasiswa dari empat Perguruan Tinggi, yaitu UNKA Sintang, Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persada Khatulistiwa, Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang (STTIS), dan Universitas Muhammadiyah Pontianak di Sintang.

FGD ini menghadirkan dua narasumber yakni kepala Badan kesbangpol Kusnidar dan Kepala Bagian Oprasional (Kabag Ops) Polres Sintang Kompol Aang Permana, keduanya didampingi oleh Rektor UNKA Sintang Antonius.

Deteksi dini yang dimaksud dan tujuan setiap FGD, adalah untuk menyatukan persepsi mengenai isu dan topik untuk mencapai kesepakatan dan pemahaman terkait isu yang dibahas.

Kesempatan itu Kepala Badan Kesbangpol Sintang Kusnidar, menyampaikan bahwa di kabupaten Sintang ini masih banyak demonstrasi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Adat dan Budaya, serta masih ada juga Provokatif Etnis dan Agama dalam meningkatkan solidaritas kelompoknya.

Kusnidar meminta mahasiswa jangan pernah mau dijadikan alat dan ditunggangi oleh kepentingan yang tidak masuk akal.

Mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki pemahaman keilmuan dan dapat turut berperan mengawal demokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024.

Sebagai kelompok intelektual, mahasiswa harus mampu menghindari berita Hoaks dan informasi palsu. Karena di era digitalisasi ini informasi palsu sangat mudah menyebar dan sangat mudah diterima. Cermati kebenarannya sebelum mengambil kesimpulan.

“Mahasiswa juga harus aktif dan terlibat dalam forum-forum debat publik,” ujarnya.

Rektor UNKA Sintang Antonius berpesan kepada para mahasiswa untuk mengikuti kegiatan penting ini. Sebagai kelompok masyarakat intelektual harus mampu menyerap dan memahami apa saja materi yang akan diberikan oleh para Narsum.

Masyarakat intelektual pasti rasional. Dalam menyikapi dinamika masyarakat pasti mampu memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik,” kata Rektor UNKA.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi dari para Narsum. Kusnidar mengupas tentang Dukungan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Pemilu dimulai dengan data jumlah desa/kelurahan, jumlah DPT dan jumlah TPS di kabupaten Sintang pada Pilkada Serentak Tahun 2024.

Poin-poin penting yang disampaikan antara lain Tujuan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024, pentingnya pemilihan dan indikator-indikator serta problematikanya.

Yang tidak kalah menarik adalah tentang informasi bantuan keuangan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Sintang sebesar Rp. 33 miliar (APBD Sintang), dan bantuan keuangan untuk pengawasan sebesar Rp. 12,7 milar (APBD Sintang).

Kemudian dilanjutkan oleh Kompol Aang Permana dengan materi berjudul Peran Mahasiswa dalam Pengawasan Kesiapan Menjelang Pilkada Kabupaten Sintang Tahun 2024.

Materi Aang Permana dilengkapi dengan apa yang sudah diperbuat oleh Polres Sintang, yaitu sejak Pemilu Legislatif Pemilu Presiden hingga tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024 ini.

Kegiatan ini diakhiri dengan dialog antara Narsum dan peserta, tanya-jawab, dan ditutup dengan Kuesioner Pilkada. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *