Harga Cabai Meroket Warga Tinum Baru Berlomba-Lomba Tanam Cabai

Diposting pada

Sintang | Pojokkalbar.com-
Harga Cabai Rawit belakangan ini menjadi primadona, bukan hanya di hari-hari besar saja tetapi saat pasca banjir 2021 hingga sekarang dari tangan petani saja harga cabai rawit Rp. 50 ribu per kilo gramnya, sebab itu masyarakat SKPC SP 4 Desa Tinum Baru, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang berlomba-lomba menanam komoditi yang rasanya pedas ini.

Cabai rawit ini dapat dipanen setelah masa tanam 70 hingga 75 hari dengan hasil yang menggembirakan.

Salah satu petani cabai rawit Suryani mengaku baru menanam cabai, awalnya lahanya ditanami karet saat ini dibongkar diganti cabai, lantaran harga karet makin merosot dan tak menentu.

“Sebelumnya saya tanami karet, karena harganya tidak menentu dan semakin turun maka saya memilih menanam cabai alhamdulillah pas panen harganya juga cukup lumayan per kilo gramnya saja dari petani Rp. 50 ribu, ” Kata Yani.

Cabai dapat dipanen 4 hari sekali, untuk pemasaran Yani mengaku tidak repot karena pedagang langsung mengambil ke ladang, karena kalau harus membawa dan menjual langsung ke pasar ibukota Sintang sulit karena terkendala infrastruktur yang rusak parah.

“Untungnya ada langganan pedagang yang langsung ambil ke ladang, kalau harus bawa sendiri ke Sintang tidak mampu jalanya parah dan hancur, ” Ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang Elisa Gultom mengapresiasi dan menyambut baik kabar ada banyak petani cabai di desa Tinum Baru, menurutnya cabai merupakan salah satu komoditi untuk menekan angka inflasi di Kabupaten Sintang.

“Saya malah baru dapat kabar banyak petani cabai di Desa Tinum Baru, bagus itu saya sangat setuju dan mengapresiasi karena pemerintah kabupaten Sintang telah menetapkan bahwa cabai merupakan salah satu item untuk menekan angka inflasi kita Sintang, ” Ujarnya.

Dia menyebutkan karena dengan bertani cabai setidaknya dapat meringankan kebutuhan rumah tangga, sehingga mengurangi pengeluaran bahkan menambah pendapatan.

“Ini bagus setidaknya meringankan beban kebutuhan rumah tangga bahkan bisa menambah pemasukan penghasilan, ” Kata Gultom.

Selain cabai dikatakan Gultom pihaknya juga menggalakkan dan membudidayakan tanaman bawang merah dibeberapa titik di kabupaten Sintang, diantaranya di Kelam Permai, Binjai dan Merarai, Sungai Tebelian.

“Selain cabai hasil tani yang menjanjikan yaitu bawang merah maka kami merangkul petani yang ada di Binjai, Kelam Permai dan Sungai Tebelian ini sudah berjalan sejak tahun 2020 lalu, ” Jelasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *