SINTANG | Pojokkalbar.com-
RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang saat ini menangani satu pasien positif rabies yang kondisinya kritis. Pasien berinisial P, warga Tebidah, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, dirawat intensif di ruang ICU sejak akhir Februari lalu.
Pasien masuk ke rumah sakit pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya harus mendapatkan penanganan intensif di ruang ICU.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang, dr. Samperiono, menjelaskan sebelum dirujuk ke rumah sakit, pasien sempat digigit anjing beberapa minggu sebelumnya. Namun, setelah kejadian tersebut, pasien tidak segera mendapatkan suntikan vaksin anti rabies (VAR).
“Pasien sempat digigit anjing, tetapi tidak langsung diberikan vaksin anti rabies. Saat datang ke rumah sakit, kondisinya sudah menunjukkan gejala klinis rabies,” ujar dr. Samperiono. Pada Pojokkalbar.com, Selasa (3/3/2026).di ruang kerjanya.
Saat ini, pasien dalam kondisi kritis dengan berbagai gejala seperti kram otot, tubuh kaku, serta mulut mengeluarkan busa. Tim medis terus memberikan perawatan maksimal di ruang ICU.
Dr. Samperiono kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gigitan hewan penular rabies, terutama anjing. Ia menegaskan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mencuci luka gigitan menggunakan sabun dan air mengalir selama 10 hingga 15 menit.
“Setelah itu, segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin anti rabies. Jangan ditunda karena rabies sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal,” tegasnya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat Kabupaten Sintang agar lebih waspada terhadap ancaman rabies dan segera melakukan tindakan medis apabila mengalami gigitan hewan.
Sementara itu Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang mencatat 185 angka gigitan per maret 2026. (red)



