SINTANG | Pojokkalbar.com-
Pemerintah Kabupaten Sintang masih menghadapi kekosongan jabatan pimpinan tinggi pratama. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyebutkan terdapat 13 jabatan kepala OPD di lingkungan Pemkab Sintang yang hingga kini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Menurut Kartiyus, seluruh jabatan eselon IIb yang kosong tersebut direncanakan akan diisi melalui mekanisme lelang jabatan (open bidding) pada tahun 2026.
“Masih ada 13 jabatan eselon dua yang kosong. Semua kita minta diisi melalui open bidding, karena manajemen talenta belum bisa kita laksanakan,” kata Kartiyus, kemarin.
Adapun jabatan eselon IIb yang akan dilelang tersebut meliputi Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD AM Djoen, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kepala Badan Perbatasan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Inspektur, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Sekretaris DPRD Kabupaten Sintang.
Kartiyus menjelaskan, pelaksanaan open bidding belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Setelah izin diterbitkan, bupati akan membentuk panitia seleksi untuk memulai proses lelang jabatan.
“Kita tunggu izin dari BKN dulu. Kalau sudah keluar, bupati akan membentuk tim. Rencananya proses lelang jabatan bisa dimulai sekitar bulan Februari,” jelasnya.
Ia berharap, melalui mekanisme open bidding, pejabat yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kompetensi dan kapasitas untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah di Kabupaten Sintang.(red)



