SINTANG | Pojokkalbar.com-
Asisten I Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Sintang yang membidangi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Herkulanus Roni, mewakili Bupati Sintang menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 tingkat Kabupaten Sintang.
Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Kodim 1205/Sintang, Jalan Kesatria, Kelurahan Alay, Sintang, pada Senin (10/11/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo dan mengusung tema “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”.
Hadir dalam kesempatan itu unsur Forkopimda Kabupaten Sintang, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan lintas sektor. Sementara peserta upacara terdiri dari pelajar, mahasiswa, ASN, anggota Brimob Kompi C, personel Polres Sintang, Kodim 1205/Sintang, dan Batalyon 642/Kapuas.
Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, serta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Usai upacara, Asisten I Setda Sintang Herkulanus Roni menyampaikan bahwa semangat Hari Pahlawan harus menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan antar seluruh elemen bangsa.
“Tentu semangat Hari Pahlawan ini harus kita maknai sebagai bagaimana kita semakin mempererat persatuan dan kesatuan di antara semua elemen bangsa, serta bersama-sama membangun bangsa dan negara agar cita-cita perjuangan para pahlawan bisa terwujud ke depan,” ujar Roni.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar terus meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan melalui semangat belajar dan kerja keras.
“Untuk generasi muda, tentu mereka harus tetap semangat belajar dan jangan terpengaruh oleh hal-hal yang bisa merusak bangsa. Jadikan semangat Hari Pahlawan ini sebagai motivasi untuk meniti kehidupan yang lebih baik agar bangsa Indonesia bisa menjadi lebih besar,” pesannya.
Roni menegaskan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi di medan perang, melainkan di dunia pendidikan, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Sekarang perjuangan itu bentuknya berbeda. Bukan lagi mengangkat senjata, tapi bagaimana kita bisa berkontribusi melalui kemampuan dan pengabdian kita bagi bangsa,” tutupnya. (red)



