SINTANG | Pojokkalbar.com-
Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang kembali meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di SMA Negeri 1 Sintang, Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini juga melibatkan dua sekolah lainnya, yakni TK Negeri 5 Sintang dan TK Raudhatul Athfal Kemenag Sintang.
Launching ini menindaklanjuti surat Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor B/015/06.04/08/2025 tertanggal 22 Agustus 2025, tentang pelaksanaan koordinasi dengan stakeholder dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan program MBG serta launching perdana pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sintang Tanjung Puri.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik program MBG yang kini mulai berjalan di beberapa sekolah.
“Hari ini pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan, Forkopimda, dan DPRD Sintang ikut menyaksikan langsung pembagian perdana MBG di SMA 1 Sintang. Anak-anak terlihat senang dan menilai menu yang disajikan juga bervariasi, ada ayam, tahu, dan buah. Ini luar biasa,” ujar Ronny.
Ia menambahkan, meski program tersebut belum menjangkau seluruh sekolah, Pemkab Sintang akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional agar program dapat diperluas hingga ke wilayah terpencil.
“Masih ada beberapa desa dengan jarak yang cukup jauh dan jumlah siswa sedikit. Ke depan kita akan mencari pola terbaik agar pemerataan bisa dilakukan, termasuk mendorong investor membangun dapur di wilayah 3T,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus J, menjelaskan bahwa pada peluncuran kali ini terdapat sekitar 800 paket makanan yang disalurkan untuk tiga sekolah.
“Untuk hari ini ada tiga sekolah, yaitu SMA 1 Sintang, TK Negeri 5, dan sekolah di sekitarnya. Total ada 800 paket yang dibagikan. Ini merupakan penyaluran tahap berikutnya dari BGN,” kata Yustinus.
Ia menambahkan, di wilayah dalam kota Sintang sudah terdapat belasan sekolah yang menerima manfaat program MBG, di antaranya SDN 20 Mambuk, SDN 26 Nenak, TK Islamiyah 4 Tembulan, SMKN 1, dan SMAN 1 Sintang.
“Sejauh ini penerima manfaat sudah mencapai hampir 4.000 siswa, termasuk tambahan 900 siswa baru di Kecamatan Sintang,” tambahnya.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Sintang, Zamzami, menyampaikan bahwa untuk tahap awal, program MBG melibatkan total 983 penerima manfaat dari tiga sekolah.
“Untuk minggu pertama, kita jalankan di bawah seribu penerima manfaat sesuai arahan BGN. Setelah dapur dan chef bersertifikat lengkap, jumlah porsi akan ditingkatkan menjadi 3.000,” jelas Zamzami.
Ia menambahkan, saat ini terdapat tiga dapur umum aktif di Sintang dengan total sekitar 7.000 peserta didik penerima manfaat. Menu yang dibagikan hari ini terdiri dari ayam kecap, tahu goreng, tumis kacang panjang dan wortel, serta buah semangka.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sintang, Didi Hardianto, menyambut baik pelaksanaan program tersebut di sekolahnya.
“Sebelumnya pihak BGN sudah datang memberikan informasi dan meminta data siswa. Total siswa kami 738 orang, termasuk data siswa yang memiliki alergi makanan tertentu. Kami juga telah melakukan MOU dengan pihak BGN dua hari lalu,” ungkap Hardianto.
Menurutnya, pihak sekolah bersama wali kelas dan orang tua telah dilibatkan dalam sosialisasi mengenai hak dan kewajiban peserta program MBG.
“Kami berharap program ini dapat terus berjalan karena manfaatnya besar bagi anak-anak. Selain meringankan beban orang tua, juga membantu pemenuhan gizi bagi siswa,” pungkasnya.(red)



