SINTANG | Pojokkalbar.com-
Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) merencanakan pembangunan dan penataan ulang sarana parkir di halaman Pasar Sayur Masuka. Area parkir tersebut saat ini berada dalam kondisi rusak parah dan dipenuhi lubang, mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, Ade Muhammad Firwan, menyampaikan bahwa rencana peningkatan sarana parkir sudah masuk dalam usulan sejak tahun 2024. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pelaksanaannya.
“Memang dari tahun lalu sudah ada rencana peningkatan. Tapi karena keterbatasan dana di Kabupaten dan banyaknya kegiatan prioritas lain, pembangunan halaman parkir belum bisa dilakukan,” ujar Firwan, Selasa (24/6/2025).
Meski demikian, Dishub tetap mengusulkan agar perbaikan area parkir dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Firwan menegaskan bahwa pengelolaan parkir di Pasar Sayur Masuka berada di bawah kewenangan Dishub, termasuk penataan kendaraan serta perolehan retribusi parkir yang masuk ke rekening resmi pemerintah daerah.
Menurutnya, pada tahun sebelumnya Dishub telah berhasil memperbaiki akses jalan masuk, jalan keluar, dan saluran gorong-gorong di sekitar pasar. Fokus tahun ini adalah peningkatan kualitas halaman parkir, termasuk kemungkinan pemasangan marka jalan serta penataan jalur keluar-masuk kendaraan.
“Kalau halamannya sudah ditingkatkan, baru kita bisa pikirkan penataan lebih lanjut seperti marka dan jalur lalu lintas. Kita juga ingin ada ruang parkir khusus untuk pedagang, pembeli, serta kendaraan angkut,” katanya.
Firwan menambahkan, pihaknya sedang mempertimbangkan alternatif jalur keluar untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di pintu utama. “Sumber kemacetan ada di pintu masuk dan keluar yang saling berhadapan. Mungkin ke depan kita buka akses dari sisi belakang pasar untuk mengurai kepadatan,” imbuhnya.
Pasar Sayur Masuka diketahui merupakan salah satu pusat distribusi hasil pertanian utama di Sintang. Pada hari-hari tertentu, lonjakan kendaraan mencapai lebih dari 30 unit per 15 menit. Tingginya aktivitas ini membuat kebutuhan akan sarana parkir yang memadai semakin mendesak.
“Jam-jam tertentu itu bisa 30 lebih kendaraan masuk dalam waktu singkat. Kalau tidak ditata, dampaknya sangat terasa. Apalagi ini pasar rujukan bagi pedagang dari pasar lain di Kabupaten Sintang,” ujarnya.
Dishub Sintang berharap perencanaan dan pendataan yang dilakukan dapat menjadi dasar pembangunan secara bertahap ke depan. Firwan menyatakan, pihaknya akan terus berupaya memberikan layanan terbaik meskipun dengan keterbatasan sumber daya yang ada.(red)



