Asisten II Sekda Sintang Buka Pelatihan Bagi Pelaku Usaha Mikro Sektor Ekonomi Kreatif

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalnar.com-
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kabupaten Sintang menggelar
Peningkatan Kapasitas SDM Melalui Pelatihan Bagi Pelaku Usaha Mikro Sektor Ekonomi Kreatif Tahun Anggaran 2024.

Kegiatan yang digelar di Balai Ruai, Lingkungan, Rumah Jabatan Dinas Bupati tersebut di hadiri Kepala BNPP Kabupaten Sintang Zulkarnaen , Kepala Bappeda dan Perencana Muda Ahli BNPP pusat Jakarta Dedi Yulianto dan diikuti oleh puluhan para pelaku usaha UMKM yang ada di kabupaten Sintang.dibuka secara resmi olehAsisten II Bidang Ekonomi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang Subendi Pada Rabu, (23/10/2024).

Asisten II Bidang Ekonomi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang Subendi mengucapkan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dia mengucapkan terimakasih atas digelarnya kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemda Sintang kami berterima kasih atas kegiatan ini yang akak dilaksanakan di Sintang selama 2 hari. Karena kami menganggap kegiatan ini sangat penting terutama untuk teman teman daerah perbatasan sebenarnya. ” Ucap Subendi.

“Kalau kita lihat Sintang ini ada 3 kategori ekonomi sangat dominan di sektor perkebunan. Ada kontribusi pertanian 22,96 persen. Sangat dominasi ekonomi Sintang. Kedua sektor perdagangan 16,21. Konstruksi 15,23 persen.

“Perannya ketiga sektor ini 54,40 persen. Ini bagian dari potensi termasuk di daerah perbatasan. Kalau sektor pertanian dan perkebunan kita dominannya kebun sawit karet dan pertanian jenis lainnya. Ini potensi yang harus dikembangkan. Kita 14 Kecamatan, 391 desa. Sangat banyak. Cukup punya potensi untuk bisa dikembangkan ” Tuturnya.

Menurut Subendi salah satu sektor yang harus di kembangkan di kabupaten Sintang ini yaitu Sektor UMKM ini bagian prioritas yang jadi perhatian pemkab Sintang.

“Memang sektor yang harus kita kembangkan salah satunya kegiatan UMKM. Kita di Sintang ada 5000 yang harus kita kembangkan. Jadi, ini bagian dari perioritas kita untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, Jadi dengan potensi seperti ini saya kira perlu kolaborasi. Kemudian peran serta teman teman dari pusat. BNPP melakukan kegiatan pelatihan ini.” Tegas Subendi.

Memang sudah banyak kegiatan yang di lakukan di daerah perbatasan. Untuk selain pembangunan infrastruktur, ekonomi. di Kecamatan yang berbatasan lgsung dengan Malaysia itu ada Ketungau Hulu dah Ketungau Tengah. Ini yang daerah baru dikembangkan . Memang sektor UMKM di sana sangat minim. Banyak di kota Sintang.

“Kegiatan ini bagian dari pemerintah memacu meningkatkan ekonomi kecil di tengah masyarakat. Ini bisa jadi bagian program ekonomi kreatif. Kita bisa kembangkan khususnya di daerah perbatasan. Kami juga pernah melakukan pelatihan sektor pertanian bantuan bibit segala macam, perikanan di sana cukup berpotensi. Saya lihat kegiatan ini ada pelatihan pengelolaan pisang. Bagaimana proses pemasaran. ” Ucapnya.

Untuk pemasarannya hasil UMKM di Sintang saat ini tidak bisa secara konvensional akan tetapi lebih kepada digital, sehingga proses pemasaran seperti itu bakal berpotensi berkembang, mengingat jaringannya jangkauannya lebih luas.

“Sekarang tidak bisa secara konvensional, sudah digital. Ini bisa dikenakan. Bagaimana proses digital.” Imbuhnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *