SINTANG | Pojokkalbar.com-
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan PAC Fatayat NU Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, menggelar pengajian rutin bulanan di Masjid Nurul Huda, Simpang Pandan, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para ketua Pimpinan Ranting (PR) Muslimat dan Fatayat NU se-Kecamatan Sungai Tebelian beserta jamaah. Hadir pula Ketua Rois Syuriah NU yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sintang, Drs. H. Edi Sunaryo, Wakil Ketua PC Muslimat NU Sintang Nyai Khurotul Wathoniyah, Ketua PC Fatayat NU Sintang Endah Sugiarti, serta Ilhamdi yang mewakili Camat Sungai Tebelian.
Turut hadir Kepala Desa Sungai Ukoi Yosep Jopi dan takmir Masjid Nurul Huda, Sakir.
Dalam sambutannya, para perwakilan yang hadir menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan pengajian rutin Muslimat dan Fatayat NU sebagai wadah mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman agama di tengah masyarakat.
Mereka juga mengingatkan para jamaah, khususnya kaum ibu, agar senantiasa memperhatikan pendidikan agama anak-anak dalam keluarga.
“Melalui kegiatan pengajian rutin ini, kita berharap silaturahmi semakin erat dan pemahaman agama semakin meningkat. Para ibu juga memiliki peran penting dalam mendidik putra-putrinya agar tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Kyai Syaiful Anam. Dalam ceramahnya, ia mengangkat kisah Nabi Yusuf AS sebagai teladan dalam menghadapi ujian kehidupan, termasuk ketika berhadapan dengan rasa iri, kebencian, dan perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain.
Ia menjelaskan, Nabi Yusuf AS yang memiliki akhlak baik dan merupakan putra seorang nabi pun menghadapi orang-orang yang tidak menyukainya. Karena itu, setiap orang hendaknya belajar menerima kenyataan hidup dengan lapang dada.
“Kalau Nabi Yusuf AS yang merupakan seorang nabi saja masih ada yang tidak suka, apalagi kita sebagai manusia biasa. Jadi, jangan mudah terbawa perasaan atau emosional ketika menghadapi sikap orang lain,” demikian inti pesan tausiah yang disampaikan Kyai Syaiful Anam.
Ia juga mengajak jamaah untuk membiasakan sikap legowo atau menerima keadaan dengan lapang dada, memperbanyak zikir, serta meningkatkan ibadah, termasuk melaksanakan salat sunah.
Menurutnya, kedekatan dengan Allah SWT menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dengan menjaga keimanan dan ketakwaan, umat Islam diharapkan mampu menjalani setiap ujian dengan sabar dan bijaksana.
“Ketika kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak zikir, dan menjaga ibadah, insya Allah pertolongan-Nya akan datang,” demikian pesan yang ditekankan dalam tausiah tersebut.
Melalui pengajian rutin bulanan ini, PAC Muslimat dan PAC Fatayat NU Sungai Tebelian diharapkan terus memperkuat ukhuwah Islamiah, meningkatkan kualitas keimanan, serta mendorong peran kaum perempuan dalam membangun keluarga yang religius dan mendidik generasi berakhlak mulia.(red)



