SINTANG | Pojokkalbar.com-
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, melakukan asesmen psikologi terhadap 66 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memetakan potensi dan kompetensi pegawai.
Asesmen tersebut dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga dan menjadi bagian dari upaya DLH membangun basis data talenta sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM).
Penyedia layanan psikologi profesional, M. Mahyudi, mengatakan asesmen dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai potensi, karakteristik kerja, serta kebutuhan pengembangan ASN.
“Melalui kegiatan ini, kita mengenali potensi, karakteristik kerja, dan kebutuhan pengembangan pegawai sebagai bahan pertimbangan pengelolaan SDM,” ujar Mahyudi saat menyampaikan materi di ruang rapat DLH Sintang, 6 Oktober 2026.
Menurut dia, aspek yang diukur dalam asesmen meliputi inteligensi, kepribadian, dan sikap kerja. Masing-masing aspek memiliki sejumlah indikator yang digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik dan potensi pegawai.
Dalam pelaksanaannya, asesmen menggunakan sejumlah metode, termasuk psikotes, wawancara, dan diskusi kelompok sesuai kebutuhan kegiatan.
Hasil asesmen nantinya dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi pimpinan dalam menentukan pengembangan kompetensi, penempatan, pemberian beban kerja, maupun pembinaan karier ASN.
Namun, hasil asesmen tidak berdiri sendiri. Informasi psikologis tersebut dapat dipadukan dengan data kepegawaian, kinerja, dan kompetensi untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan pengembangan setiap pegawai.
Bagi ASN, asesmen juga menjadi kesempatan untuk mengenali kekuatan diri serta aspek yang masih perlu dikembangkan.
Untuk Penempatan Pegawai
Kepala DLH Kabupaten Sintang Siti Musrikah mengatakan asesmen tersebut diperlukan karena dirinya membutuhkan gambaran objektif mengenai potensi ASN di lingkungan organisasi yang dipimpinnya.
“Sebagai kepala dinas yang baru, saya meminta data ASN itu, di mana talent masing-masing. Andai kata ada mutasi ke depan, kita bisa tepat menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat,” kata Siti.
Menurut Siti, setiap ASN memiliki kelebihan dan talenta yang berbeda. Karena itu, penempatan pegawai perlu mempertimbangkan potensi yang dimiliki agar dapat mendukung kinerja organisasi.
“Setiap orang pasti punya kelebihan dan talent. Dengan pemetaan asesmen dari psikolog ini, kami akan mendapatkan peta talenta setiap personel ASN yang jumlahnya 66 orang di Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.
Ia berharap hasil pemetaan tersebut dapat membantu DLH meningkatkan kinerja melalui pembagian tugas dan pengembangan pegawai yang lebih sesuai dengan potensi masing-masing.
“Supaya ke depannya pekerjaan kami, kinerja kami lebih optimal lagi dengan menempatkan orang yang tepat pada tempat yang tepat,” katanya.
Siti juga menegaskan seluruh ASN di lingkungan DLH wajib mengikuti asesmen. Menurut dia, kegiatan tersebut bukan hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengenali potensi dirinya.
“Semua wajib ikut karena ini peluang untuk menilai potensi diri masing-masing. Semua orang pasti punya kelebihan dan punya kekurangan,” tuturnya.
Ia mengatakan pemetaan talenta juga pernah diterapkan ketika dirinya menjabat sebagai Kasatpol PP. Menurut Siti, pemetaan diperlukan agar pengelolaan personel dilakukan berdasarkan kebutuhan dan potensi, bukan berdasarkan penilaian subjektif.
“Untuk menilai talent personel, saya harus mengurangi personel itu juga melalui cara yang benar, bukan cara like dislike, subjektif, dan lain-lain, sehingga mendapatkan personel yang optimal juga untuk kinerja,” ujarnya.
Melalui asesmen tersebut, DLH Sintang berharap pengelolaan SDM ke depan semakin berbasis data, sehingga pengembangan kompetensi, penempatan, dan pembinaan karier ASN dapat dilakukan secara lebih terarah.



