Ganjil-Genap Diberlakukan, Antrean SPBU di Sintang Langsung Sepi

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-
Penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite mulai menunjukkan dampak di sejumlah SPBU di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Pada hari pertama penerapan, Kamis (1/10/2026), antrean kendaraan di sejumlah SPBU terlihat jauh lebih terkendali. Kendaraan tidak lagi mengular hingga ke badan jalan seperti yang terjadi sebelumnya.

Kondisi tersebut terlihat saat Pemerintah Kabupaten Sintang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pihak Pertamina Patra Niaga melakukan peninjauan ke sejumlah SPBU di wilayah Kota Sintang.

Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengatakan, penerapan sistem ganjil-genap cukup efektif dalam mengurai antrean kendaraan.

“Kalau kita lihat pagi ini, sudah keliling beberapa SPBU. Memang cukup efektif. Kita juga sempat berdiskusi dengan masyarakat dan mereka memberikan apresiasi karena langsung terlihat antrean berkurang,” kata Ronny.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah sementara pemerintah untuk menjaga ketertiban pelayanan Pertalite sekaligus mencegah kepadatan kendaraan di sekitar SPBU.

Ronny mengakui penerapan aturan baru tersebut berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian masyarakat karena harus menyesuaikan kebiasaan dalam membeli BBM bersubsidi.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Sintang. Tentu ada komplain sedikit karena ada yang keluar dari kebiasaan. Tapi kebijakan ini kita berlakukan selama satu minggu ke depan,” ujarnya.

Berlaku 1-7 Oktober

Ronny menjelaskan, sistem ganjil-genap diberlakukan sementara dengan mempertimbangkan kondisi antrean BBM yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Selain menjaga ketertiban lalu lintas, pemerintah juga ingin aktivitas masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan pemilik toko di sekitar SPBU, tidak terganggu akibat antrean kendaraan yang panjang.

“Kita berharap ini jangan lama-lama. Makanya khusus sekarang ini hanya satu minggu. Kita berharap distribusi dari Pertamina juga kepada masyarakat bisa kembali lancar,” katanya.

Ia menyebut keterlambatan distribusi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan antrean Pertalite di sejumlah SPBU Sintang.

“Kita berharap besok sudah sampai. Kalau sekarang terlambat karena distribusi langsung dari Pontianak,” ujarnya.

Polisi Pastikan Pengamanan

Sementara itu, Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno mengatakan, kepolisian bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait melakukan pengamanan selama penerapan sistem ganjil-genap.

Pengamanan dilakukan untuk mencegah antrean kendaraan kembali menimbulkan kemacetan di sekitar SPBU.

“Mulai tanggal satu sampai tanggal tujuh Oktober kami amankan. Kemudian kami evaluasi bersama dengan tim pemerintah dan stakeholder,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan kebijakan tersebut akan terus dipantau dan dievaluasi bersama pemerintah daerah serta pihak terkait.

Pertamina Dukung Kebijakan Pemkab

Pihak Pertamina melalui Sales Branch Manager Kalbar II, Muhammad Bisma Abdillah, menyatakan mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam mengatur pelayanan BBM bersubsidi.

Menurut Bisma, pelaksanaan sistem ganjil-genap akan dievaluasi bersama tim Pertamina dan para pemangku kepentingan.

“Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah daerah. Sampai dengan tanggal 1 hingga 7 Oktober, khususnya terkait pelaksanaannya, kami akan melakukan evaluasi bersama dengan tim dan juga stakeholder,” ujar Bisma.

Pengelola SPBU: Antrean Lebih Terkendali

Dari sisi pengelola SPBU, penerapan sistem ganjil-genap juga dinilai membantu mengendalikan antrean kendaraan.

Ferdi, pengelola SPBU Abang Ade di Jalan Poros Sintang-Pontianak, mengatakan aturan tersebut membantu menjaga antrean Pertalite agar tidak kembali memanjang.

“Ini sangat bermanfaat dan baik untuk menjaga kondisi antrean supaya tidak terlalu panjang. Kami berharap keadaan terus lancar seperti ini supaya tidak ada antrean panjang lagi,” kata Ferdi.

Ia memastikan pasokan Pertalite di SPBU tersebut relatif aman. Namun, waktu kedatangan pasokan terkadang mengalami keterlambatan akibat perjalanan menuju Sintang.

“Pasokan sementara aman. Masih dipasok. Memang kadang terlambat, kadang pagi dan kadang siang,” ujarnya.

Ferdi mengatakan pasokan Pertalite tetap datang setiap hari meskipun waktu pengirimannya dapat berubah.

Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak membeli Pertalite membawa dokumen kendaraan dan memastikan nomor polisi sesuai dengan tanggal penerapan sistem ganjil-genap.

“Mohon dilengkapi surat-surat kendaraan, KTP, dan kiranya nomor kendaraannya sesuai dengan tanggal yang berlaku,” katanya.

Untuk BBM jenis lainnya, kata Ferdi, aturan ganjil-genap tidak diberlakukan.

“Kalau untuk pengisian BBM jenis lain bebas, tidak ada ganjil-genap,” jelasnya.

Warga Sambut Positif

Sementara itu, masyarakat pengguna Pertalite turut merasakan perubahan antrean setelah sistem ganjil-genap diberlakukan.

Salah seorang warga, Jamiswan, mengatakan kondisi antrean kini lebih tertib dibandingkan sebelumnya.

“Terima kasih, sekarang lebih tertib, lebih disiplin. Biasanya mau masuk ikut antre saja susah, berujung bisa kelahi,” katanya.

Penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian Pertalite di Kabupaten Sintang dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Oktober 2026.

Pemerintah daerah berharap selama masa tersebut distribusi BBM dari Pertamina kembali lancar sehingga antrean panjang tidak kembali terjadi.

Dalam peninjauan tersebut turut hadir Anggota DPRD Sintang Chomaen Wahap, Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, Kadisperindagkop dan UKM Sintang Subendi, serta Sales Branch Manager Kalbar II Pertamina Muhammad Bisma Abdillah.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *