Muslimat NU Sintang Perkuat Tata Kelola Organisasi

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-
Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Sintang terus mendorong penguatan kapasitas pengurus dan tata kelola organisasi melalui kegiatan sosialisasi Pedoman Organisasi dan Administrasi Muslimat NU (POAM) dan rapat kerja di aula Kemenag Sintang pada, Sabtu (26/9/2026).

Hadir Kesempatan itu Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Sintang, H. Edy Sunaryo, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sintang KH. Syaiful Anam,BKMT,GOW,PKK dan para pengurus PAC Muslimat NU se-kabupaten Sintang.

Ketua Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Sintang Ibu Nyai Nurul Fadilah,mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada para pengurus, khususnya terkait administrasi dan aturan organisasi.

Menurutnya, kegiatan keagamaan di tingkat pengurus dan masyarakat selama ini telah berjalan rutin. Namun, dari sisi tata kelola organisasi masih diperlukan pembinaan dan edukasi.

“Kalau pengajian rutin alhamdulillah sudah kami laksanakan setiap bulan. Pengurus dan PC juga sudah mengadakan pengajian rutin. Namun untuk organisasi memang kami masih terbatas,” ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan Muslimat NU di berbagai tingkatan juga terus berjalan, mulai dari pengajian rutin hingga pengajian akbar yang dilaksanakan secara berkala.

“Pengajian Akbar Muslimat NU kami adakan setiap dua bulan sekali. Tetapi secara keorganisasian kami masih perlu banyak belajar,” katanya.

Nurul mengakui, sebagian pengurus masih membutuhkan pemahaman mengenai struktur dan mekanisme organisasi, termasuk membedakan tingkatan kepengurusan seperti PC dan PAC.

“Kadang-kadang ibu-ibu Muslimat sudah semangat, tetapi masih bingung. Makanya perlu adanya kegiatan seperti ini, perlu edukasi dan pembinaan,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, pengurus juga mendapatkan pemahaman mengenai aturan organisasi dan administrasi Muslimat NU. Salah satu materi yang disampaikan berkaitan dengan Poam yang disebut sebagai pedoman peraturan organisasi dan administrasi Muslimat NU.

Selain itu, para ketua dan pengurus diharapkan mempelajari sejumlah pedoman organisasi, termasuk PDPRT dan POAM, sebagai bekal dalam menjalankan roda organisasi ke depan.

Nurul berharap kegiatan sosialisasi dan rapat kerja tersebut dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan pengurus dalam mengelola organisasi secara lebih tertib.

“Kami berharap ke depan organisasi kita semua bisa lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua PCNU Sintang, KH.Syaiful Anam, mengajak jajaran Muslimat NU untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan prinsip keislaman.

Pesan tersebut disampaikan Syaiful Anam saat membuka kegiatan sosialisasi program dan rapat kerja pengurus Muslimat NU Sintang.

Dalam sambutannya, Syaiful mengingatkan pentingnya mengambil pelajaran dari berbagai perubahan yang terjadi di dunia, termasuk dari perkembangan teknologi dan dunia bisnis.

Ia mencontohkan perusahaan fotografi Kodak yang pernah menjadi salah satu penguasa industri fotografi. Menurutnya, perubahan teknologi digital menunjukkan bahwa perusahaan besar sekalipun dapat kehilangan pasar apabila tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kalau kita tidak berubah mengikuti kemajuan zaman, kita akan kehilangan,” ujarnya.

Menurut Syaiful, perkembangan teknologi harus menjadi bahan pembelajaran bagi organisasi. Pengurus tidak boleh merasa sudah cukup mampu atau hebat sehingga enggan menerima pengetahuan dan perkembangan baru.

Ia juga mengingatkan agar kemajuan zaman tidak membuat organisasi meninggalkan akar tradisi yang telah diwariskan para ulama.

Prinsip tersebut, kata dia, sejalan dengan kaidah “Al-muhafazhatu ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah”, yakni mempertahankan tradisi lama yang masih baik sekaligus mengambil hal-hal baru yang lebih baik.

“Menjaga yang lama yang masih baik, tetapi tidak segan mengambil sesuatu yang baru dan lebih baik,” katanya.

Syaiful menilai prinsip tersebut penting diterapkan Muslimat NU dalam menghadapi perkembangan teknologi, media sosial, serta perubahan pola komunikasi masyarakat.

Menurutnya, tradisi keilmuan dan nilai-nilai yang diwariskan ulama salaf tetap harus dipertahankan. Namun, cara menyampaikan dan mengembangkan kegiatan organisasi dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Ia juga mendorong para pengurus untuk banyak belajar dari berbagai sumber, termasuk melalui konten-konten edukasi dan bisnis yang dapat memberikan wawasan baru.

“Manusia pada dasarnya makhluk yang serba kekurangan, makhluk yang lemah. Jadi jangan merasa superior, merasa bisa dan merasa hebat,” tegasnya.

Syaiful menekankan bahwa sikap mau belajar dan terbuka terhadap perkembangan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah organisasi.

“Bismillahirrahmanirrahim, sosialisasi program dan rapat kerja pengurus Muslimat Sintang saya nyatakan dibuka,” ucap Syaiful saat membuka kegiatan.
Rapat tersebut diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota PC NU dan 14 orang dari pengurus 7 PAC. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *