{"id":9431,"date":"2026-03-27T20:19:05","date_gmt":"2026-03-27T13:19:05","guid":{"rendered":"https:\/\/pojokkalbar.com\/?p=9431"},"modified":"2026-03-27T20:19:05","modified_gmt":"2026-03-27T13:19:05","slug":"kasus-gigitan-hewan-penular-rabies-di-sintang-256-dinkes-imbau-warga-waspada-rabies","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/kasus-gigitan-hewan-penular-rabies-di-sintang-256-dinkes-imbau-warga-waspada-rabies\/","title":{"rendered":"Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Sintang 256, Dinkes Imbau Warga Waspada Rabies"},"content":{"rendered":"<p>SINTANG | Pojokkalbar.com-<\/p>\n<p>Kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Sintang masih menjadi perhatian serius. Hingga 24 Maret 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 256 kasus yang tersebar di berbagai kecamatan dan wilayah kerja puskesmas.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Haryono Linoh, mengungkapkan bahwa kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Sintang masih cukup tinggi.<\/p>\n<p>Data menunjukkan, Kecamatan Tempunak menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi yakni 63 kasus, disusul Kecamatan Sepauk sebanyak 54 kasus, dan Kecamatan Sintang sebanyak 45 kasus.<\/p>\n<p>Sementara itu, beberapa kecamatan lain seperti Kayan Hulu mencatat 19 kasus, Ketungau Hulu 16 kasus, serta Kayan Hilir dan Dedai masing-masing 11 kasus. Adapun wilayah dengan kasus relatif rendah antara lain Serawai dan Ketungau Hilir masing-masing 4 kasus.<\/p>\n<p>Jika dilihat berdasarkan wilayah kerja puskesmas, kasus tertinggi tercatat di wilayah Sepauk dengan 54 kasus, diikuti Tempunak 43 kasus, Sungai Durian 23 kasus, dan Tanjung Puri 21 kasus.<\/p>\n<p>Haryono Linoh, mengungkapkan bahwa tingginya angka gigitan hewan penular rabies ini perlu menjadi perhatian bersama.<\/p>\n<p>Selain ratusan kasus gigitan, juga tercatat adanya kasus rabies yang menyebabkan korban jiwa, sehingga meningkatkan kewaspadaan masyarakat menjadi sangat penting.<\/p>\n<p>Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama terhadap hewan peliharaan maupun hewan liar yang berpotensi menularkan rabies.<\/p>\n<p>\u201cKami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama jika terjadi gigitan anjing. Segera lakukan penanganan dan melapor ke fasilitas kesehatan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah penyebaran rabies, termasuk dengan memastikan hewan peliharaan dirawat dengan baik dan tidak dibiarkan berkeliaran bebas.<\/p>\n<p>Dinas Kesehatan juga terus mendorong langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi gigitan hewan penular rabies.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya masyarakat semakin sadar dan berhati-hati, sehingga kasus rabies bisa ditekan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Masyarakat juga diminta segera melakukan penanganan awal jika terjadi gigitan, seperti mencuci luka dengan air mengalir dan sabun, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.<\/p>\n<p>Selain itu, peran masyarakat dalam menjaga dan mengawasi hewan peliharaan, termasuk melakukan vaksinasi, dinilai sangat penting untuk menekan penyebaran rabies di wilayah Kabupaten Sintang.<\/p>\n<p>Pemerintah daerah pun terus melakukan upaya pencegahan melalui edukasi, pengawasan, serta penanganan kasus secara cepat guna menekan angka penyebaran rabies.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SINTANG | Pojokkalbar.com- Kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Sintang masih menjadi perhatian serius. Hingga 24 Maret 2026, jumlah&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9432,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[217],"tags":[78],"class_list":["post-9431","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sintang","tag-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9431"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9431\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9433,"href":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9431\/revisions\/9433"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pojokkalbar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}