Banjir Sungai Sepauk Rendam Puluhan Rumah, Aktivitas Sekolah Terganggu

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-

Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Luapan Sungai Sepauk terjadi sejak Kamis (8/1/2026) dini hari, dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang Daerah Pemilihan (Dapil) Sepauk–Tempunak, Kusnadi, menyebutkan air mulai naik sekitar pukul 05.00 WIB. Sejumlah desa di bantaran Sungai Sepauk terdampak cukup serius.

“Di Desa Nangapari tercatat sekitar 20 rumah warga terdampak banjir. Selain itu, satu sekolah, yakni SD Negeri 12 Nangapari, juga ikut terendam,” kata Kusnadi, Jumat (9/1/2026).

Selain Nangapari, banjir juga melanda desa-desa lain yang berada di sepanjang bantaran Sungai Sepauk, di antaranya Desa Bernayau, Desa Landau Panjang, serta Desa Sekubang. Meski demikian, Kusnadi menyampaikan kondisi air di beberapa titik mulai berangsur surut.

Akibat banjir tersebut, aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 12 Nangapari terpaksa dihentikan sementara. Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, kegiatan pembelajaran belum dapat dilaksanakan karena masih dilakukan pembersihan ruang kelas dan fasilitas sekolah.

“Hari ini belum ada kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah masih fokus membersihkan ruangan yang terdampak banjir. Insya Allah, hari Senin kegiatan belajar mengajar sudah bisa dimulai kembali seperti biasa,” jelasnya.

Kusnadi berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera melakukan langkah-langkah penanganan, terutama membantu warga terdampak serta memastikan fasilitas umum kembali berfungsi normal pascabanjir.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *