Bupati Sintang Bongkar Besar-Besaran Birokrasi, 269 Pejabat Bergeser di Ujung Tahun

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-

Pemerintah Kabupaten Sintang melakukan perombakan besar-besaran struktur birokrasi, mulai dari pejabat eselon II, III hingga IV. Sebanyak 269 pejabat resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Rabu (31/12/2025), di Pendopo Rumah Jabatan Dinas Bupati Sintang.

Pelantikan tersebut mencakup 14 pejabat pimpinan tinggi pratama, 110 pejabat administrator, dan 145 pejabat pengawas. Rotasi ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di lingkungan Pemkab Sintang.

Perombakan di level pimpinan tinggi pratama (eselon IIB) menjadi sorotan utama. Sejumlah jabatan strategis bergeser untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah.

Beberapa pejabat yang dilantik antara lain Yustinus J sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Sintang, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Maryadi dipercaya memimpin BKPSDM Sintang, setelah sebelumnya menjabat Kepala DKBP3A.

Selanjutnya, Kusnidar dilantik sebagai Kepala BPBD Sintang, sementara posisi Kepala Kesbangpol kini diisi Abdul Syufriadi. dr. Harysinto Linoh menempati jabatan Kepala BPKAD Sintang, dan Herkolanus Roni dipercaya memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Nama lain yang menempati jabatan strategis yakni Subendi sebagai Kepala Disperindagkop dan UKM, Igor Nugroho sebagai Kepala Dinas Kominfo, serta Edy Harmaini yang kini memimpin DP3AKB Sintang.

Syarif Yasser Arafat menjabat Kepala DPMD, Martin Nandung memimpin Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Siti Musrikah sebagai Kepala DLH, dan Paulinus dipercaya menjabat Kasatpol PP Sintang.

Dalam sambutannya, Bupati Gregorius menegaskan bahwa seluruh proses pelantikan telah mendapat rekomendasi dan pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia menekankan bahwa rotasi dan promosi merupakan bagian dari pengembangan karier ASN serta penyegaran organisasi.

“Jabatan bukan hak, melainkan amanah. Semua jabatan sama pentingnya, tergantung bagaimana saudara memaknai dan menjalankannya,” tegas Gregorius.

Ia mengingatkan pejabat pimpinan tinggi pratama agar menjadi motor penggerak kinerja perangkat daerah, sekaligus role model bagi ASN di unit kerja masing-masing. Sementara pejabat administrator dan pengawas disebut sebagai garda terdepan pelayanan publik dan pondasi pembinaan birokrasi.

Bupati juga menekankan pentingnya manajemen talenta, pengisian kinerja ASN secara disiplin, serta penerapan nilai BerAKHLAK dalam setiap aspek pelayanan pemerintahan.

Menutup sambutannya, Gregorius mengajak seluruh ASN untuk menurunkan ego sektoral dan memperkuat komunikasi lintas perangkat daerah.

“Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan jika kita mau berkomunikasi dan bekerja bersama,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *