Mulai Hari Ini, Belanja di Sintang Wajib Pakai Tas Ramah Lingkungan

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala resmi meluncurkan kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Peluncuran dilakukan pada kegiatan sosialisasi di Halaman Gerai Indomaret Fresh, Jalan MT Haryono Sintang, Senin (1/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Sintang menegaskan kebijakan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan langkah konkret untuk mendorong perubahan budaya berbelanja masyarakat menuju penggunaan wadah ramah lingkungan.

“Saya mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan kearifan lokal seperti Bakul Tempunak atau keranjang rotan Belansai sebagai pengganti kantong plastik modern,” kata Bupati Sintang.

Menurutnya, menjaga pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Ada filosofi penting bahwa bumi bukan warisan nenek moyang, tetapi titipan anak cucu. Kita wajib mewariskan lingkungan yang sehat, bukan sampah,” tegasnya.

Bupati Sintang berharap penerapan wadah tradisional juga dapat mendorong pertumbuhan pelaku UMKM lokal, terutama pengrajin anyaman.

“Saya berharap peralihan ini sekaligus mengangkat produk UKM anyaman lokal. Kebijakan ini harus dipatuhi seluruh pelaku usaha dan masyarakat tanpa terkecuali,” ujarnya.

Ia menambahkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor ritel seperti Indomaret diharapkan mampu mewujudkan Kabupaten Sintang yang lebih bersih, hijau, dan bebas sampah plastik.

Pasar Tradisional Ikut Terapkan Pembatasan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Igor Nugroho, mengaku optimistis kebijakan itu dapat berjalan baik meski penerapannya dilakukan bertahap, terutama di pasar tradisional.

“Pasar tradisional memang mulai kita garap dan sudah bekerja sama dengan Indomaret. Nantinya juga Alfamart. Hari ini mulai berlaku untuk semua,” ujar Igor.

Menurut Igor, perubahan budaya belanja membutuhkan waktu, namun harus dimulai dari sekarang.

“Kita ingin warga mulai membiasakan menggunakan tas belanja ramah lingkungan. Kalau dulu ibu-ibu bawa keranjang rotan atau bakul plastik yang tidak sekali pakai, sekarang mari kita hidupkan lagi,” katanya.

Igor menyampaikan bahwa gerakan ini juga berlaku untuk instansi pemerintah, TNI, dan Polri sebagai contoh.

“Nanti rapat-rapat di instansi sudah harus pakai wadah ramah lingkungan. Termasuk air minum diganti tumbler dan dispenser. Kalau gerakan ini kolektif, dampaknya akan besar untuk mengurangi timbulan sampah,” jelasnya.

Indomaret Tarik Seluruh Kantong Plastik

Sementara itu, Branch Manager Indomaret Cabang Pontianak, Benika Bayu Aji, menyatakan dukungan penuh atas kebijakan tersebut. Pihaknya resmi menarik seluruh kantong plastik dari gerai Indomaret di Kabupaten Sintang mulai 1 Desember 2025.

“Sebagai solusi, Indomaret menyediakan eco-bag dan membagikan 100 tas gratis kepada pelanggan pertama pada hari peluncuran sebagai bentuk edukasi,” kata Benika.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan dan bentuk kontribusi Indomaret yang mempekerjakan 262 putra-putri daerah Sintang.

“Kami siap bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik,” tutupnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *