Ketungau Hulu terindikasi banyak Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Bodong

Diposting pada

SINTANG| Pojokkalbar.com-
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang Arbudin menyatakan bahwa terkait penyaluran gas elpiji 3 Kg di wilayah kerjanya tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan seluruh agen, hal tersebut disampaikan pada awak media di ruang kerjanya Selasa, (22/10/2024).

“Berkenaan dengan penyaluran gas elpiji 3 Kg di Kabupaten Sintang, prinsipnya pemerintah sudah melaksanakan koordinasi dengan Pertamina dan seluruh agen yang mendapatkan izin untuk menyalurkan gas elpiji 3 kg ini, ” Tuturnya.

Dalam beberapa waktu lalu, lanjut dia   bupati juga sudah membuat surat, untuk mengecek ke pangkalan di wilayah masing-masing. Artinya para camat diminta untuk mengecek ulang data pangkalan. Di wilayah masing-masing.

“Kita masih menunggu investigasi pangkalan ini. Ada yang sudah masuk. Bahwa ternyata benar beberapa pangkalan yang hanya nama tapi orangnya tidak ada di satu tempat. Artinya itu istilahnya pangkalan bodong. Itu menjadi catatan bersama dan akan kita bahas bersama Pertamina,   mengapa sampai ada nama tetapi lokasi dicek tidak ada orangnya juga tidak ada. Lalu selama ini disalurkan ke mana elpiji nya? ” Tanya dia.

Atas banyaknya pangkalan bodong ini pihaknya akan membenahi semua hingga data dari kecamatan masuk, pihaknya akan menggelar rapat khusus.

“Kita akan benahi semua itu sampai semua data dari Kecamatan masuk. Kita akan mengadakan rapat khusus oleh pemerintah. Dengan Pertamina dan seluruh agen yang punya izin untuk menyalurkan ke pangkalan d bawahnya
Kenapa ada izin dari agen ini pangkalannya.” Kata Arbudin.

Ada satu kecamatan malah lebih dari 50 persen. Ketungau hulu ini masih di himpun data tepatnya. “Staf saya sedang kerja keras. Menerima laporan dari camat. Camat sudah mencatat nama nama ini ada tidak ada, Sanksinya, kita harus koordinasi dengan pertamina. Menyampaikan data minim karena yang bertanggungjawab masalah pangkalan ini agen dan pertamina. Kita kan pengawasan. Sekarang kita sudah menjalankan pengawasan.” Kata Arbudin lagi.

Sampai hari ini didapati di masyarakat harga masih tinggi ya itu dampaknya. Pangkalan nakal atau agen yang lebih nakal dari pangkalan.

“Alur distribusi harus jelas  harus asa agen yang jelas di ketungau Hulu kemudian jumlah pangkalan otomatis. Setiap pangkalan kan 200 tabung menjawab di desa. Sebenarnya tidak ada kelangkaan kalau ini benar. Catatan dari ketungau Hulu itu mengejutkan banyak bodong. Kan parah. Ini nanti setelah dibahas dengan Pertamina kita akan melibatkan seluruh instansi terkait terutama untuk masalah bagaimana pangkalan bodong ini.” Ungkapnya.

Proses tersebut akan dia benahi supaya lebih tepat dan terarah jangan sampai ada pangkalan bodong. Kasihan masyarakat. elpiji 3kg lari ke mana siapa yang ambil.(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *