SINGANG| Pojokkalbar.com-
Kepala BPBD Sintang Abdul Syufriadi mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan kondisi iklim yang terjadi di kabupaten Sintang bekerjasama dengan pihak BMKG Sintang.
Dasarnya secara realita ini terjadi curah hujan yang cukup tinggi, intensitas yang cukup tinggi terjadi di kalbar khususnya kabupaten Sintang, bukan hanya dikota saja tetapi sudah meliputi hampir semua kecamatan, mulai dari Serawai, Ambalau, Kayan Hilir, Ketungau, Sintang dan sekitarnya mulai terdampak banjir lokal akibat dari curah hujan yang cukup tinggi.
“Kita berharap ada laporan resmi dari camat, kepala desa, lurah, masyarakat bahwa desa mereka terjadi bencana banjir yang diakibatkan cukup tinggi, cukup laporan itu diketahui oleh camat dilaporkan ke kita ditujukan ke Bupati Sintang, BPBD Sintang jadi kita punya data kita punya bahan, punya dasar untuk menentukan langkah selanjutnya tapi untuk saat ini belum, kami akan membuat surat nanti akan ditangani pak Bupati mungkin harus ada imbauan camat dan kades, ” Ucapnya. Pada Media ini Senin, (21/10/2024).
Kenapa demikian? Agar informasi real bukan di medsos, karena menurutnya kalau di medsos itu kan pihaknya tidak dapat menindaklanjuti, mengingat untuk administrasi itu harus benar real dan diakui kebenarannya dan surat resmi.
Bukan lantas persoalan tersebut kemudian pihak BPBD tidak mengambil langkah-langkah tidak mengambil sikap.
“Atas dasar itu semua BPBD sudah menyiapkan dan membuat skenario nanti manakala benar terjadi bencana banjir, batingsor kita mengharapkan informasi dari BMKG Sintang yang selalu melaporkan perkembangan situasi kondisi cuaca ini mulai tanggal sekian sampai sekian potensi hujan disertai petir dan angin kencang kita tetap waspada, maka kita selalu sher di grup TRC karena ini tim reaksi cepat untuk atasi bencana, ”
Dari situasi dan kondisi tersebut pihaknya selalu monitoring terus dan besok rencananya akan dilakukan pemantauan dilapangan terkait perkembangan debit air.
“Besok rencana akan melakukan monitoring terhadap perkembangan debit air, minta laporan dari mereka kita akan atur strateginya dengan rapat koordinasi mengundang OPD terkait, dinas instansi terkait apakah kondisinya sudah kita tetapkan status siaga darurat bencana batingsor atau belum , itu dalam waktu dekat lah, ” Katanya.
Kemudian lanjut dia terkait bantuan bencana itu belum, harus ditetapkan status bencana darurat baru ke bencana batingsor kemudian baru bisa memberi bantuan.
“Masing-masing kecamatan juga ada anggaran untuk bantuan bencana alam, akan tetapi jika kondisinya darurat kita kabupaten yang turun tangan dengan dipimpin Bupati, ” Imbuhnya. (RED)



